Informasi Layanan Perpustakaan

Perpustakaan Abhicandra SMP Negeri 1 Turi merupakan pusat sumber belajar yang menyediakan berbagai layanan secara sistematis, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka.

Adapun jenis layanan yang tersedia di Perpustakaan Abhicandra meliputi:

1. Layanan Baca di Tempat

Layanan yang disediakan oleh Perpustakaan Abhicandra SMP Negeri 1 Turi untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka secara langsung di ruang perpustakaan. Layanan ini memberikan kesempatan kepada pemustaka untuk membaca berbagai koleksi perpustakaan tanpa harus meminjamnya. Perpustakaan menyediakan ruang baca yang nyaman, bersih, dan kondusif untuk mendukung kegiatan belajar mandiri maupun kelompok. Fasilitas yang tersedia meliputi meja dan kursi baca, pencahayaan yang memadai, sirkulasi udara yang baik, serta penataan koleksi yang sistematis sehingga memudahkan pemustaka dalam menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan. 

Koleksi yang dapat dimanfaatkan dalam layanan ini meliputi buku teks pelajaran, karya fiksi dan nonfiksi, majalah, surat kabar, serta koleksi referensi. Dalam pelaksanaannya, pemustaka diharapkan menjaga ketertiban, tidak membuat kegaduhan, serta menjaga kebersihan ruang baca. Petugas perpustakaan juga memberikan layanan kepada pemustaka dalam menemukan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga kegiatan membaca dapat berlangsung secara efektif dan menyenangkan. Melalui layanan baca di tempat, Perpustakaan Abhicandra berupaya menciptakan lingkungan literasi yang nyaman dan mendukung peningkatan minat baca warga sekolah.

2. Layanan Sirkulasi

Layanan yang berkaitan dengan kegiatan peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan koleksi. Layanan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi pemustaka dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan secara tertib, efektif, dan terkontrol. Pelaksanaan layanan sirkulasi telah didukung dengan sistem otomasi perpustakaan menggunakan SLiMS (Senayan Library Management System), sehingga transaksi peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan koleksi dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan efisien.

Setiap pemustaka yang telah terdaftar sebagai anggota perpustakaan berhak meminjam koleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Prosedur peminjaman dilakukan dengan menunjukkan kartu perpustakaan kepada petugas perpustakaan, kemudian petugas akan memproses transaksi melalui sistem. Pengembalian koleksi dilakukan sesuai dengan batas waktu peminjaman yang telah ditentukan. Apabila pemustaka belum selesai memanfaatkan koleksi, maka dapat melakukan perpanjangan masa pinjam selama koleksi tersebut tidak sedang dipesan oleh pemustaka lain. 

3. Layanan Referensi

Layanan yang bertujuan untuk membantu pemustaka dalam memperoleh informasi yang bersifat spesifik, akurat, dan terpercaya. Layanan ini menyediakan berbagai sumber rujukan yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar, penulisan karya ilmiah, serta penelusuran informasi secara mendalam. Koleksi referensi yang tersedia di perpustakaan seperti kamus, ensiklopedia, atlas, buku tahunan, undang-undang, serta sumber rujukan lainnya yang relevan dengan kebutuhan pemustaka. Koleksi ini disusun secara sistematis agar mudah diakses dan digunakan.

Koleksi referensi hanya dapat digunakan di dalam ruang perpustakaan dan tidak diperkenankan untuk dipinjam keluar, mengingat sifatnya yang penting dan harus selalu tersedia bagi seluruh pemustaka. Melalui layanan referensi, Perpustakaan Abhicandra berupaya memberikan dukungan optimal dalam pemenuhan kebutuhan informasi serta meningkatkan kemampuan literasi informasi warga sekolah.

4. Layanan Literasi

Layanan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi informasi, minat baca, serta keterampilan belajar peserta didik. Layanan ini diselenggarakan secara terencana dan berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pembelajaran di sekolah. Dalam pelaksanaannya, pustakawan berperan aktif sebagai fasilitator yang membimbing pemustaka dalam mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara efektif dan bertanggung jawab. Layanan ini juga mendorong peserta didik untuk mampu berpikir kritis, kreatif, dan selektif dalam menerima informasi, baik dari sumber cetak maupun digital.

Pelaksanaannya dalam bentuk kegiatan pembuatan poster resensi buku sebagai upaya meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, serta kreativitas peserta didik. Dalam kegiatan ini, peserta didik diminta untuk memilih dan membaca koleksi digital perpustakaan, kemudian membuat resensi yang memuat identitas buku, sinopsis, evaluasi, serta kesimpulan. Hasil resensi tersebut disajikan dalam bentuk poster yang kreatif dan komunikatif, sehingga dapat menarik minat pembaca lain.

5. Layanan Ekstensi

Layanan yang dilaksanakan di luar ruang perpustakaan dengan tujuan memperluas jangkauan layanan serta mendekatkan akses informasi kepada seluruh warga sekolah. Layanan ini dirancang untuk mendukung peningkatan minat baca, budaya literasi, serta pemanfaatan koleksi perpustakaan secara lebih optimal. Pelaksanaan layanan ekstensi dilakukan melalui berbagai kegiatan yang bersifat fleksibel dan inovatif, seperti penyediaan pojok baca di kelas, halte literasi di area strategis sekolah, serta kegiatan literasi yang terintegrasi dengan proses pembelajaran. Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca serta membangun budaya literasi di lingkungan sekolah.

Dengan adanya layanan ekstensi, Perpustakaan Abhicandra tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi di dalam ruang perpustakaan, tetapi juga hadir secara aktif di berbagai lingkungan sekolah. Layanan ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, menumbuhkan kebiasaan membaca, serta mendukung terwujudnya budaya literasi yang berkelanjutan.

6. Layanan Perpustakaan Digital

Layanan yang disediakan untuk memberikan kemudahan akses informasi berbasis teknologi kepada pemustaka. Layanan ini memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan pembelajaran, penelusuran informasi, serta pengembangan literasi digital di lingkungan sekolah. Pemustaka dapat mengakses Perpustakaan Digital Abhicandra melalui tautan https://perpuskita.id/20401023.

Perpustakaan juga menyediakan fasilitas pendukung berupa komputer dan akses internet yang dapat digunakan oleh pemustaka untuk mencari informasi, membaca koleksi digital, serta menyelesaikan tugas pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, perpustakaan memberikan bimbingan kepada pemustaka dalam memanfaatkan sumber informasi digital secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab. Dengan adanya layanan perpustakaan digital, Perpustakaan Abhicandra berupaya mengikuti perkembangan teknologi serta memberikan layanan yang modern, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pemustaka di era digital.

7. Layanan Keanggotaan

Layanan yang diselenggarakan untuk memberikan akses resmi kepada seluruh warga sekolah meliputi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan berbagai fasilitas dan sumber informasi yang tersedia di perpustakaan secara tertib dan teradministrasi dengan baik. Dalam implementasinya, perpustakaan menerapkan sistem keanggotaan yang terintegrasi dengan kartu pelajar. Seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan yang terdaftar secara resmi di sekolah secara otomatis menjadi anggota perpustakaan.

Kartu pelajar yang digunakan sebagai kartu perpustakaan memuat data identitas siswa, seperti  nomor induk siswa nasional (NISN) /nomor induk siswa (NIS), nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, agama, alamat, serta dilengkapi dengan barcode yang terhubung dengan sistem otomasi perpustakaan. Masa berlaku keanggotaan mengikuti status keaktifan di sekolah. Kartu ini dapat digunakan dalam berbagai layanan, seperti peminjaman, pengembalian, perpanjangan koleksi, serta pencatatan kehadiran pengunjung perpustakaan.

8. Layanan Print

Layanan yang disediakan untuk membantu pemustaka dalam mencetak dokumen yang dibutuhkan, baik untuk keperluan pembelajaran maupun kegiatan administrasi. Layanan ini bertujuan untuk memudahkan akses informasi serta mendukung kegiatan warga sekolah. Dengan adanya layanan ini, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat sumber belajar yang menyediakan fasilitas pendukung berbasis teknologi.

Dalam pelaksanaannya, pemustaka mengirimkan file yang akan dicetak kepada petugas perpustakaan. Selanjutnya, petugas membantu melakukan proses pencetakan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Setelah proses pencetakan selesai, pemustaka melakukan pencatatan pada daftar penggunaan layanan print sebagai bagian dari administrasi perpustakaan. 

9. Layanan Akses Internet

Layanan yang disediakan oleh perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka secara cepat, luas, dan terkini. Layanan ini bertujuan untuk mendukung kegiatan pembelajaran, penelusuran informasi, serta pengembangan literasi digital bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Melalui layanan ini, perpustakaan menyediakan fasilitas berupa akses Wi-Fi yang dapat digunakan oleh pemustaka. Dengan adanya fasilitas tersebut, pemustaka dapat mengakses berbagai sumber informasi yang relevan dengan kebutuhan warga sekolah. 

Dalam pelaksanaannya, pemustaka yang akan menggunakan layanan akses internet harus mematuhi tata tertib yang berlaku, seperti menggunakan internet untuk keperluan pendidikan, menjaga ketertiban, serta tidak mengakses konten yang tidak sesuai dengan norma dan aturan sekolah. Penggunaan layanan dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan bimbingan petugas perpustakaan. Layanan akses internet memberikan berbagai manfaat, antara lain memperluas wawasan pemustaka, mempermudah pencarian informasi, meningkatkan kemampuan literasi digital, serta mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi. Dengan adanya layanan ini, perpustakaan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan menjadi pusat sumber belajar yang modern, efektif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

10. Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah layanan perpustakaan yang menyediakan fasilitas komputer atau laptop yang terhubung dengan jaringan internet untuk membantu pemustaka mengakses dan memanfaatkan informasi secara cepat, mudah, dan efektif. Layanan ini mendukung kegiatan pembelajaran, penelusuran informasi, penyusunan tugas, akses katalog perpustakaan (OPAC), perpustakaan digital, serta pemanfaatan berbagai sumber informasi elektronik yang relevan dengan kebutuhan pendidikan.

Layanan TIK diselenggarakan sebagai sarana pendukung pembelajaran dan pengembangan literasi digital di lingkungan sekolah. Melalui layanan ini, pemustaka dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan dalam mencari, mengevaluasi, mengelola, dan menggunakan informasi secara tepat, kritis, dan bertanggung jawab. Penggunaan fasilitas komputer dilakukan sesuai dengan tata tertib yang berlaku serta di bawah pengawasan petugas perpustakaan agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Melalui layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), perpustakaan diharapkan mampu memperluas akses terhadap sumber informasi digital, mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, serta mewujudkan budaya literasi dan kecakapan digital yang diperlukan dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

11. Layanan Permainan Edukatif

Layanan yang disediakan oleh perpustakaan untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir peserta didik melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Perpustakaan menyediakan fasilitas permainan catur yang dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Kegiatan ini dapat dilakukan di perpustakaan dengan tetap menjaga ketertiban, kenyamanan, dan suasana kondusif bagi pemustaka lainnya. Permainan catur dapat dilakukan pada waktu luang, seperti jam istirahat atau di luar jam pembelajaran. Petugas perpustakaan berperan dalam mengelola dan mengawasi penggunaan permainan catur agar tetap tertib, serta memastikan perlengkapan permainan dalam kondisi baik dan siap digunakan. 

Permainan catur memberikan berbagai manfaat, antara lain meningkatkan daya pikir kritis, melatih kesabaran, mengembangkan kemampuan strategi, serta membangun interaksi sosial yang positif antar pemustaka. Dengan adanya layanan ini, diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih variatif, menarik, menyenangkan, dan meningkatkan minat kunjung ke perpustakaan.

12. Layanan Silang Layan

Layanan silang layan merupakan layanan yang memberikan kesempatan untuk saling memanfaatkan koleksi melalui kerja sama. Melalui layanan ini, Perpustakaan Abhicandra SMP Negeri 1 Turi memperluas akses koleksi bacaan bagi pemustaka. Perpustakaan Abhicandra SMP Negeri 1 Turi menjalin kerja sama layanan silang layan dengan SMP Muhammadiyah Turi, SMP Negeri 2 Turi, Pemerintah Kalurahan Donokerto, dan SMP Santo Aloysius Turi.

Koleksi yang diperoleh melalui layanan silang layan tersedia di Perpustakaan Abhicandra dan dapat dimanfaatkan oleh pemustaka untuk dibaca di tempat maupun dipinjam sesuai dengan ketentuan perpustakaan. Dengan demikian, layanan silang layan memberikan variasi koleksi yang lebih beragam serta mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan bahan bacaan bagi pemustaka. Layanan silang layan juga menjadi wujud sinergi antarlembaga dalam mendukung pengembangan budaya baca dan pemanfaatan koleksi perpustakaan secara optimal.

13. Layanan Bebas Pustaka

Layanan bebas pustaka merupakan layanan yang diberikan kepada pemustaka sebagai bukti bahwa yang bersangkutan tidak memiliki tanggungan atau pinjaman koleksi perpustakaan. Layanan ini umumnya diberikan kepada siswa yang akan menyelesaikan pendidikan, pindah sekolah, atau untuk keperluan administrasi lainnya. Layanan bebas pustaka bertujuan untuk memastikan seluruh koleksi perpustakaan yang dipinjam telah dikembalikan dengan baik serta tidak terdapat kewajiban yang belum diselesaikan oleh anggota. Selain itu, layanan ini juga mendukung tertib administrasi perpustakaan serta mempermudah proses pendataan dan pengelolaan koleksi.

Dalam pelaksanaannya, pemustaka harus mengembalikan seluruh buku yang dipinjam. Petugas perpustakaan kemudian melakukan pengecekan data peminjaman melalui sistem untuk memastikan tidak ada tanggungan yang tersisa. Apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, petugas akan menerbitkan surat keterangan bebas pustaka. Dokumen tersebut selanjutnya digunakan sebagai salah satu syarat dalam pengurusan administrasi sekolah, seperti pengambilan ijazah atau rapor. Layanan bebas pustaka memberikan manfaat antara lain menjamin pengembalian koleksi perpustakaan secara tertib, menghindari kehilangan bahan pustaka, serta mendukung kelancaran administrasi perpustakaan. Dengan adanya layanan ini, perpustakaan sekolah dapat menjaga keberlangsungan koleksi serta meningkatkan kedisiplinan pemustaka dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Scroll to Top