Oleh : Hidayati Mardi Sujarwo, S.Pd.
Di Jumat pagi yang sejuk, ketika matahari mulai menunjukkan warna cerahnya, SMP Negeri 1 Turi menyelenggarakan kegiatan Pengajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tema “Napak Tilas Perjalanan Isra’ Mi’raj: Menggali Hikmah di Setiap Langkah Rasulullah”.
Kegiatan ini dimulai pukul 9.00 pagi, setelah selesai kegiatan jalan pagi sehat bersama seluruh anggota sekolah, yaitu guru dan murid dengan mengelilingi Embung Kaliaji, mennikmati keindahannya yang dilatarbelakangi gagahnya Gunung Merapi di kejauhan. Pengajian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aisyah dan Daniswa dari kelas VIII A.

Suara merdu keduanya membuka acara dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana religius yang menyentuh hati.
Setelah itu, acara dipandu oleh pembawa acara, Laras dan Zaky dari kelas VIII, yang dengan percaya diri dan tertib mengatur jalannya kegiatan.

Sambutan disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 1 Turi, Ibu Hospita Henny Koerniati, S.Pd., M.Pd. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan semangat belajar yang sejalan dengan nilai-nilai Islami.

Acara inti berupa pengajian-penyampaian nasehat agama oleh Ustadz Alifian Al-Lailul Haadi yang juga sebagai seorang Direktur LPQ di Masjid Syuhada Kotabaru Yogyakarta. Inti dari nasehat yang beliau sampaikan adalah, Perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah adalah sebuah peristiwa agung yang mengajarkan betapa pentingnya kedekatan seorang hamba dengan Allah. Rasulullah diperintahkan untuk menegakkan shalat sebagai tiang agama, yang menjadi penopang kehidupan seorang muslim. Bagi muslim, dalam hal ini khususnya para siswa SMP, shalat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan untuk menenangkan hati dan menguatkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan belajar maupun pergaulan. Dengan menjaga shalat, seorang siswa sedang menapaki jejak Rasulullah, meniti jalan penuh cahaya menuju ridha Allah. Selain itu, Isra’ Mi’raj juga memberikan teladan tentang kesabaran, kejujuran, dan semangat menuntut ilmu. Rasulullah menunjukkan bahwa setiap perjalanan menuju Allah penuh ujian, namun siapa yang teguh akan memperoleh kemuliaan. Seorang siswa yang tekun belajar, jujur dalam perbuatan, dan sabar menghadapi kesulitan akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berakhlak mulia. Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini, baik dalam menuntut ilmu maupun menjaga akhlak, akan menjadi bekal berharga untuk masa depan yang penuh berkah.
Nasehat agama disampaikan dengan bahasa yang menarik dan mudah dipahami, sehingga para siswa mengikuti dengan tertib dan antusias, menunjukkan kesungguhan mereka dalam menyimak setiap nasihat yang disampaikan.
Selain sebagai ajang pembinaan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah di antara warga sekolah. Semangat kebersamaan tampak jelas, baik dari siswa maupun guru, yang bersama-sama menghidupkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sekolah.
Dengan terselenggaranya pengajian ini, diharapkan seluruh siswa dapat semakin memahami makna Isra’ Mi’raj, memperkuat keimanan, serta menjadikan peringatan ini sebagai motivasi untuk terus berprestasi dan berakhlak mulia.
Bersamaan dengan acara tersebut, di tempat yang terpisah, siswa non-muslim pun mengikuti kegiatan pembinaan khusus keagamaan dengan khusyuk bersama guru agama masing-masing.


Turi, Jumat, 23 Januari 2026
